Memulai Menulis
Langkah yang paling sulit justru biasanya memulai menulis. Tujuh langkah komprehensip untuk mengatasi kesulitan kita menulis (cerpen/novel),yaitu:
a) Memulai dengan Suspense (Kejutan)
Yntuk jelasnya perhatikan contoh berikut:
Yang paling menjengkelkan adalah soal pengangkutan. Pemerintah betul-betul kurang ajar melemparkan saya ke Jakarta, kota yang begitu luas, tanpa memikirkan soal pengangkutan buat saya sama sekali. Seperti biasanya di pagi itu saya berdiri di bawah foster-foster film yang kebanyakan gambar cabul.Keika gambar yang dipasang pagi itu sangat cabul, hati saya sangat gembira.Mestinya dari gambar-gambar itu dapat saya mulai perbuatan kurang ajar yang sudah saya rencanakan. Dan ketahuilah, pada waktu-waktu seperti biasanya, perempuan yang saya nantikan itu datang, berdiri di bawah gambar-gambar cabul itu…. (Cerpen “Anak”, Budi Darma).
b) Memulai dengan Konflik.
Untuk memehami teknik ini, telusurilah kutipan berikut:
Penjaga kuburan mendekatinya dan bertanya, “Kenapa Nenek menangis?”
Diangkatnya kepalanya pelan-pelan, dipandangnya penjaga kuburan itu agak lama, dan suaranya yang gemetar dan tua itu berkata, “Kalaulah cucuku dapat bertanya seperti engkau itu.” Dia berhenti sebentar, dihapusnya air matanya.“Engkau sendiri bekerja di sini?” tanyanya kemudian.
“Ya”.
“Sepantasnya Kau masuk syurga, Nak”.Kemudian penjaga kuburan itu duduk di semen kuburan itu dan Nenek itu berkata, “Kuburan-kuburan di sini bersih, Kalau saya nanti dikuburkan di sini, kau bersihkanlah kuburku baik-baik, Nak.”
“Nenek begini segar. Nenek masih lama lagi akan hidup. “Kata penjaga kuburan itu.
“Benar, saya akan masih lama hidup?”
“Benar Nek.” Dan penjaga kuburan itu sambil mempermainkan lidi sapunya berkata lagi: “Nek masih kuat. Nenek saya lihat berjalan ke sini tidak pakai tongkat dan masih kuat.”
“Kalaulah cucuku bisa menghibur saya macam kamu”, kata perempuan tua itu, sambil menghapus air matanya yang pelan-pelan berjalan dari pinggir matanya menuju pipi…. (Air Mata Tua, Motinggo Busye).
c) Memulai dengan Awal Cerita/Peristiwa
Teknik ini biasanya dipakai dalam cerita-cerita yang linier (rangkaian peristiwa di dalamnya maju terustanpa ada teknik kilas balik maupun sorot balik.Kilas balik yaitu teknik yang menggambarkan masa lalu tokoh dalam suatu pristiwa saja.Teknik sorot balik, yaitu menggambarkan masa lalu dalam rangkaian pristiwa.Contoh pengarang yang memulai tulisannya dengan peristiwa yang pertama-tama terjadi, kemudian bergerak maju.
Ketika penjaga menyodorkan buku tamu, hatinya tersentak. Alangkah anehnya, mengunjungi adik sendiri harus mendaftar, padahal seingatnya ia bukan dokter. Sambil memegang buku itu dipandangnya penjaga itu dengan hati-hati, kemudian pelan-pelan dia bertanya, “Semua harus mengisi buku ini? Sekalipun Suadara atau Ayah, umpamanya?”Yang ditanya hanya mengangguk, menyodorkan bolpoin.” Silahkan tulis nama, alamat, dan keperluannya.” Katanya… TotilawatiTjitrawasita)
d) Memulai dengan Deskripsi Latar
Teknik ini biasanya dipakai oleh penulis novel/cerpen yang beraliran romantic. Dengan teknik ini pengarang biasanya pada awal cerita melukiskan latar dengan panjang lebar dan berusaha melebih-lebihkannya, dalam arti menggambarkan latar cerita itu yang indah-indah saja. Untuk konkretnya, ikutilah kutipan bekut ini.
Bagian yang kutempuh dengan kereta api dari daerah New Mexico akhirnya membosankan juga: gurun-gurun dan tanah-tanah tandus belaka, sesekali rumah-rumah yang jauh terpencil-pencil serta miskin. Hanya pohon kaktus yang menjulang di atas tanah datar itu serta kincir-kincir angin yang berserak di sana sini untuk memompa air dari bawah tanah yang kering itu, merupakan selingan jelata (Achdiat Kartamihardja)
e) Memulai dengan Deskripsi Tokoh
Perhatikan contoh berikut:
Tarminah telah menjadi perawan tua. Dua bulan lagi ia telah menjadi 35 dan lima tahun lagi 40 umurnya. Perasaan ngeri telah mengurung dirinya.Taka da yang lebih ditakutinya daripada umur.Sedangkan waktu setahun amat deras jalannya.Ia merasa ketuaannya pada pahanya, pada susunya, kalau sedang berbaring melingkar di kamarnya, merabai dirinya. Urat-urat dagingnya telah hilang kelembutannya. Sering ia menganggap hidupnya sebagai sesuatu kerugian yang berlarut-larut. Tubuhnya yang pernah meriap subur merupakan kemewhan yang sia-sia gunanya.Ia tidak akan mengenali keabsahan yang nikmat melalui darah-darah tubuhnya. Seperti pohon yang kehabisan zat-zat yang lembab. Lama ia membiarkan dirinya
Menyerah semenjak ditinggal tunangannya….(Subgyo Sastrowardoyo).
f) Memulai dengan Simbol-simbol
Perhatikan contoh berikut.
Kembang-kembang di taman bunga yang indah harus semenjak itu pun jauh-jauh sudah menyambut bersama-sama dengan senyum mesra kepada perempuan bunting yang berjalan gontrai seolah-olah beban di dalam perutnya lebih berat dari keseluruhan tubuhnya hingga orang melihatnya terksan bahwa ia tampak menggelinding daripada berjalan dengan kedua belah kakinya, yang mana tentu merupakan pemandangan yang jenaka, manapula pakaiannya compang camping hingga kerepotan sekali untuk berusaha menutupi perutnya yang bundar dan buncit itu dengan selayaknyaa, hingga ia di jalan-jalan raya,
g) Memulai dengan Akhir Cerita
Dengan teknik ini pengarang memulai cerita justru dengan akhir cerita.“Mengapa Bandung ada gunung yang bentuknya seperti perahu terbalik, beginilah ceitanya”.Namun dalam keseluruhannya berbeda dengan doneng.
Contoh:
Dua kali aku diterima Tuhan.Dan dua kali aku mencintai-Nya.Tapi jadinya aku begini juga.Aku ceritakan kepada Tuan asal mulanya. (Ramadham K.H. “Anatara Kepercayaa”)
Merangkai Peristiwa
a) Merangkai peristiwa dengan teknik linier
Merangkai peristiwa secara linier maksudnya, peristiwa pertama disambung dengan peristiwa kedua, ketiga, dan seterusnya sampai berakhir.Perhatikan contoh berikut.
…
Aku menghirup dari pipa plastic, minuman yang oleh orang hotel diberinama irian mocca. Sementara wanita cantik yang melayani tamu di sini sibuk mondar mandir dengan ramahnya….
Kuisap pipa cangklungku dalam-dalam.Akupun berpikir, alangkah indahnya hidup di Indonesia sekarang. Karena pembangunan kami bisa idup seperti ini….
Floor Shaow pertama muncul. Mlam ini gadis-gadis yang didatangkan dari Perancis aka menghibur kami para tamudi sini dalam acara “ Semalam di Paris”…..
Aku sebenarnya menunggu-nunggu kedatangan seorang wanita bernama Puspa. … (Transaksi)
b) Teknik Maju Ingat Maju (MIM)
Pehatikan kutipan berikut:
….
Aku memesan dua sop siput, khas masakan Prancis. Sambil makan sop pikiranku melayang-layang . Aneh juga, pikirku….
Suatu hari anggota task-force datang ke hadapanku di kantor mengajukan permainan baru. seorang wanita cantik butuh uang, hanya rp 500.000,00….Demikian pikiranku melayang-layang sejenak. (Transaksi)
Aku berjalan-jalan menyusuri trotoar utama di kota ini ….
Kuingat hari-hariku ketika berjalan bersama si kecil menelusuri jalan-jalan utama kota kami…
Hampir-hampir akau tertabrak becak yang mau belok ke arahku berjalan karena aku tidak sadar lagi bahwa aku tidak lagi berjalan di atas trotoar melainkan di sebuah simpang lima kot ini.
c) Teknik Maju ingat bayang (MIB)
Peristiwa maju dengan ingatan, disambung lagi dengan peristiwa yang belum terjadi (bayangan). Rangkaian peristiwa semacam ini biasanya menggambarkan keraguan tokoh tentang apa yang dialaminya atau dipikirkannya.
Cermati contoh berikut:
Ia mengempaskan pantatnya ke kursi bis yang akan membawanya ke kota kelahirannya….
Ia ingat kembali ke masa kaecilnya yang pahit bersama ibu tiri dan ayahnya atau bersama ibu dan ayah tirinya….
Dalam pikirannya ia akan menyalami keempatnya. Ia juga, eh mungkin, akan mengunjungi kubur keempatnya jika mereka telah mati.
d) Teknik Maju Bayangan Ingatan (MBI)
Pada rangkaian ini tokoh digambarkan mengalami keragu-raguan atau sebenarnya secara tersirat menyatakan gagasan tertentu.
Perhatikan contoh berikut:
Kubulatkan tekadku untuk pergi menemuinya. Dengan berpakaian seadanya, aku bergegas menghidupkan jimniku….
Dalam benakku tergambar jelas kehidupan keluargaku nanti. Aku ke kantor
, iamenungguiku pulang dengan si kecil yang celotehnya selalu terngiang-ngiang di telinganku….
Bila memikirkan hal itu, gambaran betapa kacaunya sebuah rumah tangga dengan jelas tergores tajam di ingatanku. Bagaimana ayah memperlakukan kami tiga bersaudara dengan tak acuh, juga ibu yang sibuk dengan kekasih-kekasihnya membuatku perih….
e) Teknik Bayangan Maju Ingatan (BMI), ternyata menajdi momok dalam hidupm
Iamembayangkan perjalanan yang kan dilaluinya akan menjadi semacam perjalanan ke surga. Tapi ternyata setelah dijalaninya,semula perjalan itu seperti mimpi buruk yang semoga hanya terjadi untuk terakhir kali dalam hidupnya….
Ia jadi ingat ketika pertama kali ia bepergian. Perjalnan yang semula dibayangkan indah ternyata menjadi momok dalam ahidupnya. Itu karena hanya gara-gara ayah dan ibunya bertengkar dalam perjalanan pertamanya itu.
f) Teknik Bayangan Maju Bayangan (BMB)
Perhatikan contoh berikut:
Ia akan melewati hari-harinya bersama cucu-cucunya yang lucu-lucu. Ia membayangkan akan sibuk sekali. Tiap hari dihabiskannya dengan penuh suka cita....
Tetapi yang terjadi tidak demikian halnya. Cucucu nyaris tidak mengacuhkannya. Ia benar-benar kesepian. Bayagan indahnya masa tua dengan cucunya yang lucu amat menyiksanya. I hendak menghakhiri hidupnya dengan puluhan pil tidur yang siap ditelannya....
g) Teknik Bayangan Ingatan Bayangan (BIB)
Aku akan menikahi gadis pilihanku. Anak orang kaya, anak bungsu, kalau perlu anak satu-satunya, dan dari anak orang yang tinggal di kota ini....
Tiba-tiba aku teringat cerita kakakku. Katanya ia punya teman seperti aku. Temannya itu akhirnya menikmati fasilitas istrinya. Tapi di mata istrinya, temanku itu tidak lebih dari seorang laki-laki yang tidak punya harga diri sedikitpun....
h) Teknik Ingatan Maju Bayangan (IMB)
i) Teknik Ingatan Maju Ingatan (IMI)
j) Teknik Ingatan Bayangan Maju (IBM)
k) Teknik Ingatan Bayangan Ingatan (IBI).
ekspresi lisannya kok tidak ada ya?
BalasHapus